Monday, 4 March 2013

LKS Praktikum Sistem Alat Gerak - Kontraksi Otot Betis Katak


Tulang tak dapat bergerak tanpa otot, sedangkan otot mampu menghasilkan gerak karena ada sel otot. Jika ada rangsangan, sel otot dapat berkontraksi. Otot yang berkontraksi menjadi pendek dan pada bagian tengahnya menebal sehingga menyebabkan tulang tempat otot itu melekat dapat tertarik.
Oleh karena itu, otot berkemampuan untuk menggerakkan tulang. Dengan demikian, otot disebut alat gerak aktif. Pada kegiatan ini kita akan mempelajari kontraksi otot betis katak.

Alat dan bahan
  1. cawan petri                                                    6. jarum pentul
  2. larutan garam fisiologis NaCl 0,65 %                            7. statif dengan dua buah penjepit
  3. tempat baterai kecil (isi 2 baterai kecil)               8. otot betis katak
  4. kabel (25-30 cm 2 buah)                                  9. benang
  5. pipet                                                            10. pembakar spiritus dan korek api

Cara kerja
  1. Kuliti bagian kaki yang telah disediakan!
  2. Ambil bagian otot betis katak dengan memotong bagian ventrikelnya (jaringan tendon yang menempel pada tulang jangan dipotong, tetapi biarkan tetap menempel pada ventrikelnya)
  3. Rendamlah dahulu otot tersebut dalam larutan garam fisiologis selama 5 menit.
  4. Ikatlah dengan benang salah satu ujung otot kemudian ujung otot yang lainnya diikat dengan benang yang lain.
  5. Ikatkan ujung benang yang bebasnya pada masing-masing penjepit statif yang berbeda. (perhatikan cara pengikatan, jangan diikat terlalu tegang, tetapi otot terpasang agak longgar agar ada ruang untuk otot bisa berkontraksi)
  6. Selama masa pengikatan otot betis harus terus dilakukan penetesan oleh larutan garam fisiologis. Penggantungan otot betis jangan terlalu tegang, agar rangsangan teramati.
  7. Sambunglah arus listrik dengan menekan tombol dengan interval waktu :
    1. 1 menit selama 5 kali
    2. 30 detik selama 5 kali
    3. 5 detik selama 5 kali
    4. 1 detik selama 5 kali
  8. Nyalakan pembakar spiritus, kemudian bakar sebentar jarum tersebut kemudian tempelkan jarum pentul pada otot tersebut, lakukan dengan interval waktu yang sana seperti rangsangan oleh listrik tersebut! amati gerakan yang terjadi pada setiap interval waktu!
  9. Catatlah hasilnya pada tabel berikut ini !
no
rangsangan
Listrik
Panas
Interval
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5

1
1 menit











2
30 detik











3
5 detik











4
1 detik











Isilah dengan (+) bila ada kontraksi dan (–) bila tidak ada kontraksi








Sunday, 3 March 2013

LKS Praktikum Sistem Sirkulasi

 
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Darah beredar ke seluruh tubuh dengan membawa oksigen dan zat makanan. Setelah terjadi pertukaran gas dan sisa metabolism di sel/jaringan, darah akan membawa karbondioksida menuju ke paru-paru untuk ditukarkan dengan oksigen kembali. Proses ini akan membawa darah masuk ke jantung, tekanan darah ketika masuk dan keluar jantung kita kenali sebagai detak jantung.]
Berdasarkan kandungan jenis karbohidrat dan protein yang ada pada sel darah merah, kita mengenal istilah penggolongan darah. Ada beberapa macam penggolongan darah pada manusia, salah satu diantaranya ialah menurut sistem ABO. Menurut sistem ini, darah manusia dibagi dalam 4 golongan yaitu golongan darah A, B, AB dan O.
- Golongan darah A        : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen A, sedangkan dalam plasma darahnya mengandung aglutinin b
- Golongan darah B        : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen B, sedangkan dalam plasma darahnya mengandung aglutinin a
- Golongan darah AB      : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen A dan B, sedangkan dalam plasma darahnya tidak mengandung aglutinin
- Golongan darah A        : apabila dalam butir darahnya tidak mempunyai aglutinogen , sedangkan dalam plasma darahnya mengandung aglutinin a dan b
Bila antigen A bercampur dengan aglutinin a atau aglutinogen B bercampur dengan aglutinin b maka akan terjadi aglutinasi/penggumpalan. Dalam transfusi darah yang diperhatikan bagi si donor adalah aglutinogennya
Dalam percobaan ini kalian akan menentukan golongan darah, denyut nadi dan tekanan darah

Alat dan bahan
  1. Mikroskop
  2. kaca objek
  3. Jarum outoclick
  4. Serum a dan b
  5. Alkohol 96%

Cara Kerja
Golongan darah
  1. Sediakan sebuah kaca objek yang bersih!
  2. Bersihkan jari anda dengan alkohol kemudian dengan menggunakan autoclick ambil darah pada ujung jari sebanyak 1 tetes pada kedua ujung kaca objek!
  3. Tambahkan pada masing-masing darah tersebut serum a dan b!
  4. Aduklah masing-masing campuran serum dan darah anda tadi dengan menggunakan tusuk gigi!
  5. Perhatikan apa yang terjadi pada keduanya, bila perlu amati dengan menggunakan loupe!
Bila campuran darah pada serum a menggumpal, maka anda bergolongan darah A
Bila campuran darah pada serum b menggumpal, maka anda bergolongan darah B
Bila kedua campuran darah menggumpal, maka anda bergolongan darah AB
Bila kedua campuran darah tidak menggumpal, maka anda bergolongan darah O

Tekanan darah
  1. Dengan menggunakan spigmomanometer, ukurlah tekanan darah anda!
  2. Catat hasilnya dalam tabel bandingkan hasilnya dengan teman sekelompokmu!



Denyut nadi
  1. Hitunglah berapa denyut nadimu selama 1 menit dalam keadaan istirahat/ aktivitas rendah!
  2. Lari-lari di tempat selama 1 menit, kemudian hitung kembali denyut nadimu!
  3. Catat hasilnya dalam tabel, kemudian bandingkan hasilnya dengan teman sekelompokmu!

Tabel Pengamatan
  1. Golongan Darah
No
Nama
Anti A
Anti B
Golongan Darah








  1. Denyut Nadi
No
Nama
Frekuensi Denyut Nadi
Diam
Aktivitas







  1. Tekanan Darah
No
Nama
Sistole
Diastole







  1. Tinggi Badan – Berat Badan
No
Nama
Tinggi Badan
Berat Badan