Thursday 28 February 2013

LKS Praktikum Sistem Pencernaan - Uji Makanan


Tubuh mahluk hidup tersusun atas kelompok-kelompok sel yang telah mengalami spesialisasi. Isi sel hidup disebut protoplasma. Kadar air dalam protoplasma merupakan komponen yang terbesar. Adanya air ini memungkinkan terjadinya reaksi kimia. Air bertindak sebagai pelarut unsur-unsur dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Unsur-unsur kimia yang paling menonjol dalam tubuh mahluk hidup yaitu unsur oksigen, karbon dan hidrogen. Ketiga unsur ini memegang peranan penting dalam protoplasma. Ketiga unsur tersebut dapat membentuk senyawa-senyawa kimia yang mempunyai peranan penting dalam biologi. Senyawa-senyawa tersebut adalah :
  1.   ý Terdiri dari unsur-unsur C,H dan O
     
    karbohidrat
  2. lemak
  3. protein, disamping unsur C, H juga mengandung unsur nitrogen dalam suasana molekulnya

Tujuan percobaan :
  1. menyelidiki adanya karbohidrat dalam makanan
-       menyelidiki adanya amilum
-       menyelidiki adanya glukosa
  1. menyelidiki adanya protein dalam makanan
  2. menyelidiki adanya lemak dalam makanan

Teori
Senyawa C, H dan O merupakan senyawa yang memegang peranan penting bagi mahluk hidup. Senyawa-senyawa ini diperoleh dari bahan makanan.
Karbohidrat :  Sebagian besar karbohidrat tersusun dari komponen-komponen dasar atom C-nya enam, misalnya glukosa. Senyawa Cn(H2O) yang molekul-molekulnya sederhana disebut gula, bila sampai tingkat yang lebih kompleks disebut kanji (amilum) dan selulosa.Cara menyelidiki adanya glukosa dengan reagen Benedict
Protein :        Protein terurai melalui proses hidrolisa, molekulnya akan terurai menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana yang disebut asam amino. Dalam asam amino ini terdapat gugusan amino (NH2) dan gugusan karboksil (-COOH). Adanya asam amino tertentu dalam protein dapat menunjukkan reaksi warna terhadap beberapa reagen, misalnya millon, biuret, xantoprotein, dll.
Lemak :        Lemak dapat berasal dari tumbuhan, ada juga berasal dari hewan. Lemak yang mengalami hidrolisa terurai menjadi asam lemak dan gliserol. Untuk menyelidiki adanya lemak dapat dilakukan dengan cara fisika maupun kimia, misalnya dengan menggunakan kertas.

Alat dan bahan
Alat yang digunakan adalah :
-       plat tetes                       - batang pengaduk
-       11 buah tabung reaksi      - penjepit tabung
-       Rak tabung reaksi            - kertas
-       Alat pemanas air             
-       Pipet tetes
Bahan yang digunakan adalah :
-       larutan iodium                                              - pisang
-       Reagen biuret                                              - tahu
-       glukosa (untuk standar)                                 - wortel
-       tepung terigu/kanji (untuk standar)                  - kacang tanah
-       putih telur/albumin (untuk standar)                  - tomat
-       minyak (untuk standar)                                  - susu
-       kentang                                                     
-       reagen benedict

Cara Kerja
  1. Buatlah larutan/campuran ekstrak dari bahan-bahan yang akan diteliti.
  2. Masing-masing larutan ekstrak dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diberi nomor/nama.
  3. Menentukan adanya lemak
a.    Sediakan sehelai kertas yang bersih.
b.    Buatlah petak/kotak pada kertas tersebut sesuai dengan jumlah bahan yang akan diteliti dan berilah nama pada petak/kotak tersebut.
c.    Oleskan minyak pada bagian kertas tertentu sebagai standar.
d.    Oleskan setiap larutan/ekstrak dari bahan lainnya yang akan diteliti pada setiap petak sesuai dengan nama bahan tersebut.
e.    Keringkan kertas tersebut.
f.     Amati bahan-bahan mana saja yang mengandung lemak.
  1. Menentukan adanya amilum
a.    Teteskan 1-2 tetes larutan yodium pada campuran amilum dengan air pada plat tetes, amati warna yang terjadi (ini sebagai standar)
b.    Teteskan setiap ekstrak bahan yang akan diteliti pada plat tetes tersebut, kemudian beri nomor. Kemudian teteskan 2-3 tetes larutan yodium kepada setiap bahan makanan pada plat tetes tersebut.
c.    Amati bahan makanan mana saja yang mengandung amilum.
  1. Menentukan adanya glukosa
a.    Tuangkan +/- 1 ml larutan glukosa ke dalam tabung reaksi, kemudian tambah +/- 1 ml reagen benedict, kemudian panaskan campuran tersebut dalam penangas air. Amati perubahan yang terjadi.
b.    Tuangkan +/- 1 ml setiap bahan makanan  ke dalam tabung reaksi yang telah diberi nomor, kemudian tambah +/- 1 ml reagen benedict, kemudian panaskan campuran tersebut dalam penangas air. Amati perubahan yang terjadi.
c.    Amati bahan makanan apa saja yang mengandung glukosa.
  1. Menentukan adanya protein
a.    Teteskan +/- 1 ml albumin pada plat tetes, kemudian tambahkan 2-3 tetes reagen biuret. Amati warna yang terjadi (ini sebagai standar)
b.    Teteskan setiap ekstrak bahan yang akan diteliti pada plat tetes yang sudah diberi nomor,. Kemudian teteskan reagen biuret kepada setiap bahan makanan pada plat tetes tersebut.
c.    Amati bahan makanan mana saja yang mengandung amilum.

Tabel Pengamatan
No.
Nama bahan
Uji amilum
Uji glukosa
Uji protein
Uji lemak
keterangan
1
Glukosa

++++ (standar)



2
Tepung kanji/terigu
++++ (standar)




3
Putih telur


++++ (standar)


4
Minyak



++++ (standar)

5
Kentang





6
Kacang tanah





7
Pisang





8
Tahu





9
Wortel





10
Tomat





11
Susu






Isilah dengan tanda-tanda sebagai berikut :              catatan warna untuk standard
++++ = banyak sekali                                         - standard 1 merah bata
+++ = banyak                                                   - standard 2 biru/kehitaman
++ = sedikit                                                       - standard 3 ungu
+ = sedikit sekali                                                 - standard 4 transparan
-   = tidak ada

Wednesday 27 February 2013

LKS Praktikum Sistem Transportasi pada Tumbuhan - Transpirasi

Setiap mahluk hidup memerlukan makanan, demikian juga tumbuh-tumbuhan. Makanan tumbuhan terdiri dari CO2, air dan garam tanah yang terlarut dalam kadar kecil di dalam air tanah. Air dan garam-garam tanah biasa dihisap oleh bulu-bulu akar karena adanya dua tenaga yaitu imbibisi dan oemosa, sedangkan air dan garam tanah dapat diangkut ke tempat yang memerlukannya (bagian atas tumbuhan) karena tekanan akar, daya hisap daun akibat traspirasi dan kapilaritas
Dalam percobaan ini kalian akan mengukur besar penghisapan air yang dilakukan oleh daun dalam waktu tertentu persatuan luas akibat transpirasi

Alat dan Bahan
  1. fotometer atau porometer (lihat gambar)
  2. batang tumbuhan muda yang masih berdaun
  3. kertas grafik
  4. timbangan
  5. vaselin

Cara Kerja
  1. Lepaskan fotometer dari standard dan klemnya
  2. Masukkan alat ke dalam air, sehingga semua saluran di dalam alat terisi air
  3. Potonglah cabang berdaun dari batang di dalam air, kemudian masukkan pangkalnya pada pipa karet yang terdapat pada pipa Y
  4. Keluarkan alat dengan tumbuhannya dari dalam air, kemudian pasang lagi pada standard dan klemnya. Buanglah bagian pucuk dari batang, tinggalkan beberapa helai daun saja untuk mencegah kebocoran, tutuplah batas antara batang dengan karet dengan vaselin
  5. Tentukan/catat kedudukan air pada pipa, dari skala yang terdapat pada pipa air, catat waktunya!
  6. Tentukan kedudukan air pada setiap dua menit selama 20 menit!
  7. Jumlah air yang terdapat pada menit ke-20 merupakan jumlah seluruh air yang digunakan oleh tumbuhan
  8. Setelah pengamatan selama 20 menit, lepaskan semua perangkat percobaan, kemudian lepaskan semua daun yang dipakai untuk percobaan
  9. Buatlah model 2x2 cm untuk sebagai pembanding untuk menentukan luas seluruh permukaan daun
  10. Timbanglah daun pada langkah n0. 9
  11. Setelah itu hitunglah luas seluruh permukaan daun yang digunakan dalam percobaan dengan metode perbandingan
  12. Atau kita dapat menghitung luas seluruh permukaan daun dengan menggunakan kertas grafik!

Table pengamatan
No.
Menit ke-
Jarak (mm)
1
.
.
.
.
.
21
0’
.
.
.
.
.
20